DEKAN FPOK UPI BOYKE MULYANA BERHASIL MEMAPARKAN HASIL TULISANNYA UNTUK CALON GURU BESAR FPOK UPI

DEKAN FPOK UPI BOYKE MULYANA BERHASIL MEMAPARKAN HASIL TULISANNYA UNTUK CALON GURU BESAR FPOK UPI
11 Nov

Bandung, KFO FPOK UPI – Boyke Mulyana usai memaparkan hasil tulisannya pada Seminar Paper Position Calon Guru Besar FPOK UPI pada Kamis (11/11/2021) secara daring melalui aplikasi zoom. 

Dalam pemaparan tersebut, Boyke memaparkan hasil tulisannya dengan topik “Efektivitas Pembinaan Atlet Usia Dini Dalam Olahraga Renang: Tinjauan dari aspek fisiologis dan psikologis”

Topik yang diangkat adalah talent identification, pertumbuhan dan perkembangan atlet usia dini khusunya dalam olahraga sebagai pembinaan untuk mencapai prestasi. 

Dalam pembinaan prestasi olahraga Boyke menyebutkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan diawali dengan tahap multilateral gerak dimana anak-anak diberikan stimulus untuk bergerak sampai dengan tahap spesialisasi untuk meraih prestasi nantinya. Ujar Boyke

Ia menambahkan “selain itu peran dari orang tua, masyarakat dan pemerintah pun ikut bterlibat untuk menunjang pembinaan ini”tambah Boyke

Turut hadir  pimpinan serta civitas akademika FPOK UPI  dalam Seminar Pemaparan Calon Guru Besar hari ini.

(MSY)

WEBINAR ALUMNI DAN EKSEKUTIF GATHERING FPOK UPI – NOVRIZAL ACHMAD NOVAN SALAH SATU DOSEN PRODI KFO MENJADI MODERATOR ACARA

WEBINAR ALUMNI DAN EKSEKUTIF GATHERING FPOK UPI – NOVRIZAL ACHMAD NOVAN SALAH SATU DOSEN PRODI KFO MENJADI MODERATOR ACARA
23 Oct

Bandung, KFO FPOK UPI – salah satu dosen Prodi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK UPI) Novrizal Achamd Novan menjadi moderator dalam acara Webinar Alumni dan Eksekutif Gathering tahun 2021.

Dalam rangka mempersiapkan lulusan yang dapat bekerja di berbagai bidang, FPOK UPI mengadakan Webinar Alumni dan Eksekutif Gathering 2021 dengan tema “breaking the walls, goes global” pada Sabtu (23/10/2021) secara daring melalui zoom.

Kegiatan webinar ini mengundang 3 narasumber yaitu Dewi Putri Susanti, S.Si yang merupakan Staf Deputi Pembibitan dan IPTEK Olahraga Kemenpora; Ngesti Utomo, S.Si Executif Producer Trans TV; dan Faza Al-Anhar sebagai Exercise Physiologist Hamad Medical Corp. Doha Qatar.

Ketiga narasumber menjelaskan pengalaman bekerja di masing-masing bidang yang sudah mereka tekuni dan membagi kiat kiat bisa bekerja di bidang mereka.

Dari yang sudah dibahas bahwa untuk menghadapi dunia kerja kita harus membuka mata,telinga dan diri untuk menghadapi yang ada di depan kita, termasuk pilihan yang pada akhirnya kita akan tekuni, termasuk untuk para calon lulusan dari FPOK ini. Ujar Tom

Para peserta yang hadir banyak dari kalangan mahasiswa dan dosen serta para alumni FPOK UPI.

Kegiatan ini dimulai pukul 09.30 WIB.

(MSY)

SELAMAT DIES NATALIS UPI KE -67

SELAMAT DIES NATALIS UPI KE -67
21 Oct

Bandung, KFO FPOK UPI

Rabu (20/10/2020) lalu merupakan hari jadi kampus UPI tercinta yang ke-67 tahun. Prodi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) mengucapkan selamat Dies Natalis yang ke -67 untuk UPI. Harapan kedepan semoga UPI bisa menjadi kampus terbaik dan dapat menghasilkan lulusan-lulusan terbaik dibidangnya serta melahirkan generasi penerus bangsa yang cemerlang dimasa mendatang.

Ig @upiofficial
(MSY)

FITRI ROSDIANA SALAH SATU DOSEN PRODI KFO MENGIKUTI PENATARAN PELATIH WANITA LISENSI C YANG DIADAKAN OLEH PSSI

FITRI ROSDIANA SALAH SATU DOSEN PRODI KFO MENGIKUTI PENATARAN PELATIH WANITA LISENSI C YANG DIADAKAN OLEH PSSI
19 Oct

Bandung, KFO FPOK UPI – Salah satu dosen Prodi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) Fakuktas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK UPI) mengikuti kursus penataran pelatih wanita Lisensi C yang diselenggarakan oleh PSSI di Soreang, Kab. Bandung pada Selasa (5/10/2021) – Minggu (17/10/2021) lalu. (Pict by : ig @pssi)

Kegiatan kursus penataran pelatih wanita ini merupakan kegiatan yang sudah berjalan kedua kalinya yang dilakukan oleh PSSI dan bekerjasama dengan Kemenpora.

24 pelatih wanita mengikuti kegiatan kursus ini, salah satunya Fitri Rosdiana.

Dengan adanya kegiatan ini saya mendapatkan banyak ilmu baru dan menambah pengalaman mengenai pelatihan dalam olahraga sepakbola bersama para expert dan tentunya teman-teman pelatih wanita lainnya yang mengikuti kegiatan ini. (Ujar Fitri)

Fitri (Sapanya), selain sebagai dosen di Prodi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) juga aktif sebagai atlet futsal nasional wanita.

(MSY)

PELEPASAN CIVITAS AKADEMIKA DAN MAHASISWA UPI MENUJU PEKAN OLAHRAGAN NASIONAL (PON) KE XX PAPUA

PELEPASAN CIVITAS AKADEMIKA DAN MAHASISWA UPI MENUJU PEKAN OLAHRAGAN NASIONAL (PON) KE XX PAPUA
09 Sep

Bandung, KFO FPOK UPI – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H.M Solehuddin, M.Pd., MA sedang memberikan pengarahan kepada Dosen, Tenaga Kependidikan dan mahasiswa dalam acara pelepasan menuju PON XX PAPUA oktober mendatang pada Kamis (9/9/2021) di Universitas Pendidikan Indonesia jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Acara pelepasan para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa UPI sebagai bentuk dukungan karena terlibat dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional Ke XX (PON) yang akan dilaksanakan di Papua oktober mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK UPI) Boyke Mulyana.

Beberapa dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dari FPOK UPI ikut terlibat dalam kegiatan PON XX di Papua.

(MSY)

RESMI – TANDA TANGAN MOU KERJASAMA FPOK DAN PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA (PSSI)

RESMI – TANDA TANGAN MOU KERJASAMA FPOK DAN PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA (PSSI)
20 Aug

Bandung, KFO FPOK UPI – Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. M Solehuddin, M.Pd., MA di dampingi oleh Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK UPI) Boyke Mulyana kegiatan tanda tangan kerjasama dengan PSSI pada Rabu (18/7/2021) lalu pukul 14.00 di Universitas Pendidikan Indonesia Jl . Dr Setiabudhi no 229 Bandung.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai instansi pendidikan dan pemerintahan secara daring.

Kegiatan ini dilakukan untuk memajukan prestasi sepakbola di Indonesia meliputi pembinaan pelatih, pemain dan wasit, pengembangan sport science sepak bola serta pemanfaatan fasilitas kampus untuk kegiatan sepak bola Indonesia kedepan.

Dengan menggandeng instansi pendidikan diharapkan dapat membantu memajukan prestasi sepak bola negeri ini.

(MSY)

FORUM GROUP DISCUSSION (FGD) PENGEMBANGAN KURIKULUM PKO DAN KFO

FORUM GROUP DISCUSSION (FGD) PENGEMBANGAN KURIKULUM PKO DAN KFO
03 Aug

Bandung, KFO FPOK UPI – Dikdik Zafar Sidik Ketua Program Studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sedang memaparkan mengenai profil lulusan dan CPL Program Studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) kepada stakeholder dan calon pengguna lulusan/user pada pertemuan Forum Group Discussion (FGD) pengembangan kurikulum secara daring pada Senin (2/8/2021) lalu.

Sesuai dengan kebijakan rektor bahwa tahun 2021 ini merupakan masa untuk melaksanakan restrukturisasi pengembangan kurikulum prodi yang di dalamnya adalah dalam rangka mengakomodir kebijakan KEMENDIKBUD yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu tahapan diantaranya yaitu melaksanakan FGD, tracer study dengan stakeholder terkait, dengan para pengguna lulusan maka UPI yang sudah mempunyai kurikulum sendiri yang sudah disahkan harus menyesuaikan dengan hal tersebut.

Pada kesempatan ini Boyke Mulyana selaku Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK UPI) menyampaikan “Oleh karena itu seluruh prodi harus melaksanakan mengembangkan kurikulum sesuai dengan revolusi indurstri dan kerja sama dunia luar yang dibutuhkan di masyarakat dalam bidang industri. Forum Group Discussion (FGD) di kesempatan ini Prodi PKO dan KFO sudah mengundang beberapa stakeholder dan calon pengguna lulusan yang terkait.”

Hadir dan memberikan sambutan Ketua Departemen Pendidikan Kepelatihan Nina Sutresna mengatakan bahwa “Harapan setelah kegiatan FGD ini, ada hal yg bisa kami sumbangkan untuk kemajuan olahraga Indonesia, kemudian apa yang kami lakukan bisa sesuai dengan yang diharapkan. Mudah-mudahan melalui diskusi ini bisa memberikan makna yang lebih baik.” ujar Nina

Acara Forum Group Discussion (FGD) pengembangan kurikulum dibuka oleh MC Mona Fiametta Febrianty dan dipandu oleh moderator Alen Rismayadi.

Masukan daripara stakeholder dan calon pengguna terkait pun bermunculan, Dr. Herman Chaniago, MM Asdep Peningkatan Tenaga dan organisasi Keolahragaan KEMENPORA mengatakan Kami dari KEMENPORA sangat apresiasi apa yang dilakukan oleh FPOK UPI, hal ini sejalan dengan apa yang kami lakukan mengacu juga pada UU SKN No 3 Tahun 2005 pasal 63 ada 15 komponen tenaga keolahragaan salah satunya adalah pelatih. Kemenpora dalam hal ini mempunyai komitmen yang sangat kuat dalam mendukung kemajuan dalam bidang tenaga olahrga termasuk para pelatih. Berdasarkan perintah pimpinan negara presiden menghendaki pencetakan 100.000 pelatih kemudian menegaskan lagi untuk melaksanakan program tersebut dan bisa terlaksana.

“Namun kegiatan itu hanya sebagai pondasi karena hanya dilaksanakan beberapa hari dan itu dirasa tidak cukup, oleh karena itu perlu melibatkan pihak Perguruan tinggi yang dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga-tenaga keolahragaan khususnya para pelatih. Tentu dari pihak perguruan tinggi juga harus mempersiapkan sedemikian rupa, karena bagiamanapun dunia nyata lapangan khusunya di induk-induk cabang olahraga membutuhkan kompetensi dari para pelatih yang bisa mengaplikasikan ilmunya, dalam pengembangan kurikulum ini bagiamana kita bisa mengembangkan antara teori-teori kepelatihan itu sendiri dengan aplikasi banyaknya praktek-praktek untuk ilmu kepelatihan itu sendiri, sehinga menjadi tantangan dunia nyata jangan sampe teman-teman alumni dari sini tidak bisa diterima oleh induk cabang olahraga karena mereka lebih mempercayai pelatih-pelatih yang berdasarkan empirik ataupun pengalaman.” Ujar Herman.

Pada kesempatan yang sama, Jovinus Calvin Legawa dari Komite Olimpiade Internasional (KOI) mengatakan seperti yang kita tau kalau Pelatih fisik dari dulu sebagai pendamping, Dalam Grain Desain Olahraga kita sudah susun fungsi dari pelatih fisik sangat diperlukan untuk membantu membangun atlet atlet nasional lebih berprestasi karena banyak dari rekan rekan pelatih hanya menguasai teknik yang perlu didukung dari fisik. ujar Jovinus

Ia menambahkan “Melihat dari yang sudah ditampilkan bahwa SKS nya untuk praktek hanya sedikit, kita lihat review banyak sekali cabor-cabor yang belum menjalankan spesifik olahraga dengan sport science yang ada, impact-impact olahraga yang banyak dikesampingkan karena mereka tidak mengerti dan juga kurangnya tenaga=tenaga pelatih fisik. Sulit sekali menempatkan pelatih fisik yang dapat mensuport kinerja kepelatihan. Dengan adanya prodi khusus kepelatihan fisik kedepannya dengan berjalannya Grain Desain Olahraga nasional kita sejalan apa yang disipakan 3-4 tahun kedepan sampai nanti menjadi tuan rumah olimpiade 2032/2036 akan menjadi terlihat lebih terstruktur nantinya.” tambah Jovinus

Dalam acara Forum Group Discussion (FGD) pengembangan kurikulum ini sangat banyak masukan serta harapan bagi lulusan prodi PKO dan KFO untuk olahraga nasional Indonesia kedepan.

Acara pun ditutup dengan doa, ucapan terimakasih dan foto bersama dalam zoom.

(MSY)

RAPAT PENGEMBANGAN KURIKULUM, AKREDITASI AQAS PKO BANPT KFO DAN PEMUTAKHIRAN DATA DOSEN DEPARTEMEN PENDIDIKAN KEPELATIHAN

RAPAT PENGEMBANGAN KURIKULUM, AKREDITASI AQAS PKO BANPT KFO DAN PEMUTAKHIRAN DATA DOSEN DEPARTEMEN PENDIDIKAN KEPELATIHAN
29 Jul

Bandung, KFO FPOK UPI – Para pimpinan departemen dan dosen di lingkungan Departemen Pendidikan Kepelatihan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK UPI) sedang melaksanakan rapat pada Kamis (28/7/2021) secara daring terkait pengembangan kurikulum, akreditasi aqas dan ban-pt, serta pemutakhiran data dosen.

Dalam rapat ini turut hadir Wakil Dekan I Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK UPI) bidang akademik Dian Budiana sekaligus memberikan sambutan serta informasi terkait pengembangan kurikulum MBKM. Pada kesempatan itu Dian menjelaskan mengenai Profil Capaian Lulusan, Pengembangan bahan Kajian MBKM, Penyusunan daftar nama mata kuliah serta penentuan SKS, MKKIPS terentang dari semester 1 – 5, sisa semester untuk MBKM dengan mata kuliah yang bisa dikonversi, Setelah itu penyusunan matriks dan tabel strutur kurikulum hingga penyusunan narasi sampai ke peresmian pemberlakuan kurikulum 2021.

“MBKM ini ada 8 jenis kegiatan, untuk di semester 1-5 kami pimpinan akan koordinasi dengan ketua prodi untuk sebaran mata kuliahnya di forum yang ada kaitannya dengan prodi.” ujar Dian.

Sampai hari minggu agar dipersiapkan stakeholder yang berhubungan dengan Profil lulusan dan pengguna lulusan untuk pengembangan kurikulum prodi PKO dan KFO. tambah Dian.

Terkait restrukturisasi pengembangan kurikulum KFO, Ketua Program Studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) Dikdik Zafar Sidik menanggapi bahwa “Karena KFO prodi baru ada semacam penegasan CPL yang harus di deskripsikan adalah alumni lulusan 3-5 tahun untuk prodi KFO belum mencapai hal tersebut dan ini jadi bahan pertimbangan nantinya ketika upaya merenstrukturisasi apakah sudah ada kesesuaian dengan kebutuhan atau tuntutan dari pengguna yang ingin kita jadikan sebagai objek pencapaian, secara general KFO ada kemiripan dengan PKO dan tuntutannya tentu akan memberikan struktur-struktur yang berdampak, karena KFO bagian prodi non dik strukturnya berbeda dengan prodi pendidikan. Dan inilah peyesuaian-penyesuaian yang menjadi bahan pertimbangan di dalam diskusi sekiranya yang harus di restruksturisasi kurikulum KFO yg sedang berjalan tahun ke 3 apakah ini jadi bahan evaluasi untuk restrusturisasi atau akan dilakanakan berkelanjutan sampai menemukan kebermaknaan dan kebermanfaatan prodi baru ini.” jelas Dikdik.

Ia menambahkan karena prodi KFO hanya satu baru di bandung  dan belum ada di tempat lain yang ada FIK atau FPOK nya, sehingga alternatif yang kami coba masih berafiliasi dengan teori2 secara umum Prodi PKO, apabila ini dimasukan ke dalam program MBKM maka akan ada hal ketimpangan prodi KFO. dan Terkait dengan pengguna, agar bisa disatukan mengenai sosialisasi pengembangan kurikulum ini pada saat sosialisasi pengguna mendapat gambaran apa yang membedakan PKO dan KFO sehinggan bisa dilaksanakan oleh departemen.  Saran dari kami Ke KONI – KONI (Pusat, daerah) KOI, PB, PP, bisa mengundang dispora Kaltim, SKOI Kaltim karena saat sosialisasi respon mereka bagus mudah mudahan bisa dijalankan. tambahnya

Mona Fiametta sebagai salah satu tim pengembang kurikulum program studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) menyampaikan “Profil lulusan KFO hanya 3 yaitu pelatih fisik cabang olahraga, fisioterapis dan tenaga ahli pemulihan, wirusahawan olahraga. Untuk pelatih fisik kita sudah sosialisasi dan bekerjasama dengan KONI dan PB di Kab. Garut  dan yang terbaru sudah ke Bogor dan Sukabumi dan mungkin untuk mengundang stakeholder akan dipilih salah satu atau dua dari yang sudah ada. Di fisioterapis dan tenaga pemulihan mungkin kami mohon izin untuk bersama-sama memikirkan kira kira akan mengundang siapa. Wirausaha olahraga, bisa mengundang dari alumni PKO yang sudah punya lulusan karena dari prodi KFO belum mempunyai lulusan.” jelas Mona

Selanjutnya mengenai evaluasi akreditasi BAN-PT program studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO) Dikdik pada kesempatan ini menyampaikan bahwa prodi KFO sudah memasukan dokumen2 terkait akreditasi BANPT, namun masih ada revisi dan kami sedang melakukan revisi sesuai dengan saran yang disampaikan dari para pendamping, mudah mudahan bisa selesai dan dikirim kembali. Perbaikan yang sedang dikerjakan adalah kuantitas halaman yang berlebih, kemungkinan yang akan dikurangi adalah tabel-tabel bisa diperbaiki formatnya dan saran WD 1 model landscape. Mudah-mudahan bisa terpenuhi.

Sebelum menutup rapat, Nidaul Hidayah sebagai pimpinan rapat hari ini mengingatkan kepada seluruh dosen di lingkungan departemen pendidikan kepelatihan agar segera update data pada lama SISTER UPI himbauan universitas.

Rapat diakhiri dengan acara foto bersama.

(MSY)

NINA SUTRESNA, M.Pd. MEMAPARKAN MAKALAH YANG BERTEMA WANITA DAN OLAHRAGA DALAM DIMENSI SOSIAL DALAM SEMINAR PEMAPARAN MAKALAH POSISI CALON GURU BESAR FPOK UPI

NINA SUTRESNA, M.Pd. MEMAPARKAN MAKALAH YANG BERTEMA WANITA DAN OLAHRAGA DALAM DIMENSI SOSIAL DALAM SEMINAR PEMAPARAN MAKALAH POSISI CALON GURU BESAR FPOK UPI
23 Jul

Bandung, KFO FPOK UPI –  Salah satu dosen dari Departemen Kepelatihan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yaitu Dr. Nina Suresna, M.Pd. memaparkan makalah karya ilmiahnya yang berjudul ” Wanita dan Olahraga dalam Dimensi Sosial” di hadapan Dewan Guru Besar UPI dalam acara seminar Pemaparan Makalah Posisi Calon Guru Besar FPOK UPI secara daring melalui zoom pada Jumat (23/7/2021) pukul 09.00 WIB.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Boyke Mulyana sekaligus memberikan sambutan pertama. Jumlah Guru Besar di FPOK masih sedikit dan dengan masa kepemimpinan saya 4 tahun kedepan saya ingin menghasilkan calon-calon guru besar dari FPOK khususnya, dengan mendorong  dosen-dosen yang sudah bisa dan mampu untuk mengajukan syarat sebagai guru besar kedepannya. Ujar Boyke

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Guru Besar UPI Prof. Karim Suryadi mengatakan “mudah-mudahan ini sebagai bab awal atau tonggak pertama bagi yang lainnya di lingkungan FPOK bahkan UPI. Jabatan Guru Besar yang akan diberikan nantinya agar bisa bermanfaat bagi individu, masyarakat dan lembaga sendiri”

Acara seminar kali ini dipandu oleh Mona Fiametta Febrianty dan Pipit Pitriani sebagai moderator.

Nina Secara tegas dan lugas memaparkan makalahnya. Mengangkat tema wanita dan olahraga karena melihat partisipasi wanita dalam olahraga mengalami kenaikan secara kualitas dan kualitas, sebagai contoh jumlah partisipasi wanita dalam ajang PON 2016 JawaBarat banyak yang terlibat baik sebagai atlet maupun pelatih, dalam  pelepasan untuk olimpiade partisipasi atlet-atlet wanita yang sudah meningkat.

“dalam hal ini masih banyak menemui hambatan-hambatan seperti opini masyarakat yang masih berpendapat bahwa olahraga tidak cocok untuk wanita, diskriminasi terhadap wanita yang dianggap tidak bisa memimpin organisasi olahraga, dari segi agama kita mendengar pada ajang Asian Para Games 2018 atlet wanita asal Indonesia gagal tampil/ diskualifikasi karena tidak mau melepas hijabnya karena bertentangan dengan keyakinannya, beberapa isu sosial budaya seperti persepsi yang mengatakan bahwa olahraga-olahraga maskulin bukan untuk wanita, ujar Nina

Selanjutnya Nina dalam Kajian analisis hasil penelitian secara psiko sosial  mengungkap motif-motif atlet wanita dalam olahraga maskulin seperti motivasi ekstrinsik yaitu melihat adanya kesempatan berprestasi dan nantinya dapat memantu ekonomi keluarga. tambah Nina

Hadir sebagai salah satu tim Peer Group  Prof. Dr. A. Purba dari Univeristas Padjajaran Bandung memberikan tanggapan hasil pemaparan makalah calon guru besar. Ia mengatakan “Setelah saya mendengar apa yang disampaikan oleh Nina Sutresna ini sangat bagus, bahwa inilah yang tergambar kondisi saat ini, bagaimana kondisi wanita dan olahraga yang saya temui pun sama dengan apa yang dipaparkan oleh Nina sebagai calon Guru Besar UPI” ujar Purba

Acara pemaparan  makalah calon Guru Besar dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dari departemen kepelatihan, keluarga serta kolega dekat Nina Sutresna.

Di akhir acara seminar Nina Sutresna mengucapkan terimakasih banyak atas dukungan dan arahan dari semuanya semoga dari pemaparan ini ada hal positif yang bisa diambil dan bermanfaat bagi kita semua.  Acara ditutup ucapan selamat dari yang hadir dan foto bersama dalam zoom.

(MSY)