WISUDA DOKTOR MONA F FEBRIANTY

WISUDA DOKTOR MONA F FEBRIANTY
12 Jun

Bandung, KFO FPOK UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Wisuda Gelombang II Selama 2 Hari (Rabu 11/6/2025-Kamis12/6/2025) bertempat di Gedung Gymnasium UPI Bandung.

Salah satu Dosen Prodi KFO mengikut Wisuda Gelombang II tersebut yaitu Mona F Febritany. Ia berhasil menyelesaikan Program Doktornya pada bulan April lalu dengan yudisium sangat memuaskan.

Sudah diwisudanya Mona, menambah tambahan dosen Prodi KFO yang menjadi menjadi Doktor.

(MSY)

KEBERHASILAN KHARRIS NUR QOTIMAH DARI PRODI KEPELATIHAN FISIK OLAHRAGA (KFO) SEBAGAI LULUSAN TERBAIK FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA (FPOK UPI)

KEBERHASILAN KHARRIS NUR QOTIMAH DARI PRODI KEPELATIHAN FISIK OLAHRAGA (KFO) SEBAGAI LULUSAN TERBAIK FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA (FPOK UPI)
12 Jun

Bandung, KFO FPOK UPI – Kharris Nur Qotimah berfoto memakai selempang sebagai Lulusan Terbaik FPOK UPI pada Wisuda Gelombang II Tahun 2025 – Bandung pada Rabu (11/6/2025) bertempat di Gymnasium UPI Jl. Setiabudi 229 Bandung, Jawa Barat.

Kharris merupakan mahasiswa angkatan 2021 dari program studi Kepelatihan Fisik Olahraga (KFO), berhasil meraih predikat sebagai mahasiswa terbaik di tingkat program studi hingga Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Prestasi gemilang ini diraih Kharris pada Wisuda Gelombang II dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92. Tak hanya itu, Kharris juga dinobatkan sebagai mahasiswa berpredikat cum laude atas dedikasinya selama 3,5 tahun masa studinya.

Perjalanan Kharris dalam menyusun artikel ilmiah adalah sebuah cerminan ketekunan dan dedikasi. Ia tak hanya membuktikan bahwa kepercayaan dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya tak disia-siakan, namun juga melewati berbagai rintangan dengan semangat pantang menyerah. “Perjalanan menyusun artikel ilmiah ini tentu tidak mulus,” ungkap Kharris. Ia menghadapi beragam tantangan, mulai dari sulitnya menemukan referensi yang kredibel, revisi yang tak terhitung jumlahnya, hingga hilangnya motivasi di tengah jalan. Salah satu rintangan terberat adalah ketika hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan data yang ditemukan, memaksanya untuk mengubah arah analisis dan mengulang sebagian besar pembahasan.

Tak hanya itu, tekanan tenggat waktu dan ekspektasi lingkungan sempat membuatnya kewalahan. Namun, dari sanalah Kharris belajar untuk lebih sabar, terorganisir, dan mampu bekerja di bawah tekanan. Proses ini memberinya pelajaran berharga: ia menjadi lebih menghargai hasil akhir dan memahami makna sebenarnya dari sebuah kerja keras. Kharris telah membuktikan bahwa dengan ketekunan dan semangat yang kuat, tantangan apa pun bisa diatasi demi mencapai tujuan.

Kharris tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas gelar Mahasiswa Terbaik Tahun Ini. Ia mengungkapkan, “Ini adalah kehormatan dan kejutan yang luar biasa bagi saya.” Baginya, perjalanan akademiknya, meskipun penuh tantangan, justru dipenuhi dengan banyak pelajaran dan pengalaman berharga. Kharris merasa bangga, bersyukur, dan terharu menerima penghargaan ini, karena ia percaya bahwa “setiap mahasiswa memiliki potensi istimewa yang layak untuk dihargai,” ujarnya.

Dan Kharris memberikan sedikit pesan bahwasannya “Setiap usaha, sekecil apa pun, tak akan pernah sia-sia. Konsistensi, doa, dukungan orang terdekat, dan niat tulus akan selalu membuahkan hasil. Untuk teman-teman semua, teruslah berjuang di bidang yang kalian cintai. Jangan pernah takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar untuk jadi lebih baik. Percayalah pada proses dan jangan ragu bermimpi besar,” ujarnya.

 

(PIT/MSY)